Suasana di sebuah pondok pesantren di Jalan Batu Besaung, Samarinda Utara, mendadak berubah tegang setelah sesosok pria ditemukan mengapung di kolam ikan. Penemuan itu segera memicu laporan berantai dari warga hingga aparat kepolisian, sebelum Tim Inafis Polresta Samarinda turun tangan mengevakuasi jasad korban dari lokasi.
Awal Temuan di Area Kolam Pesantren
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Taufik, salah satu penghuni ponpes, yang melihat sesuatu mencurigakan di sekitar kolam. Setelah memastikan temuannya, ia langsung menyampaikan laporan kepada Ketua RT dan Bhabinkamtibmas setempat. Informasi itu kemudian diteruskan ke Polsek Sungai Pinang, yang bergerak cepat menuju lokasi bersama Tim Inafis Polresta Samarinda.
Identitas Korban Masih Didalami
Kapolresta Samarinda menyebut penyelidikan masih berjalan untuk memastikan duduk perkara kejadian tersebut. Korban diketahui berinisial LJ (77), namun bukan warga yang tinggal di lingkungan pondok pesantren itu. Dari keterangan awal, korban berasal dari wilayah lain, sehingga polisi masih menelusuri identitas dan riwayat keberadaannya sebelum ditemukan di kolam ikan tersebut.
Jasad Dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie
Usai dievakuasi dari lokasi, jasad korban dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan medis lanjutan. Langkah ini diperlukan guna memastikan penyebab kematian dan membantu proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat. Respons cepat kepolisian di lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap terkendali sekaligus memberi kepastian awal kepada warga sekitar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












