Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak tidak hanya meningkatkan kedekatan emosional, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan fisik dan kognitif anak. Peran ayah dalam melakukan aktivitas fisik bersama, seperti berolahraga atau tantangan bersama, membantu membangun rasa percaya diri dan kemampuan adaptif anak. Selain itu, dialog antara ayah dan anak penting untuk membangun pemahaman dan refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan, memperkuat ikatan emosional. Sikap ayah terhadap ibu juga memengaruhi bagaimana anak menilai dan menghormati ayah. Isu fatherless di Indonesia menjadi perhatian serius, yang berdampak pada perkembangan anak. Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 mengeluarkan kebijakan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah untuk mengatasi krisis fatherless di Indonesia. Gerakan ini bertujuan meningkatkan peran pengasuhan ayah terhadap anak dan menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia.
Cara Membangun Hubungan Emosional Ayah dan Anak: Tips dari Psikolog
Read Also
Recommendation for You

Konsumen Semakin Cermat dalam Berbelanja Menjelang Pertengahan Tahun Direktur Komersial Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengungkapkan…

Manfaat Lemak untuk Pertumbuhan Anak Dokter Spesialis Anak, Ian Suryadi Suteja, menegaskan pentingnya lemak dalam…

Kecantikan dan Wellness: Sebuah Perspektif Baru bagi Anak Muda Kecantikan dalam Konteks Baru Banyak anak…

Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bethsaida Hospital Gading…

Mewujudkan Kebiasaan Sehat bagi Keluarga Mewujudkan Kebiasaan Sehat bagi Keluarga di Era Digital Di tengah…







