Coca-Cola Company akan menggunakan gula tebu sebagai pemanis dalam minumannya, menggantikan sirup jagung. Keputusan ini diambil setelah cuitan Presiden Trump dan konfirmasi resmi dari perusahaan. Meski keduanya digunakan untuk mempermanis makanan, gula tebu dan HFCS memiliki perbedaan dari segi produksi, komposisi, dan dampak kesehatan.
Gula tebu berasal dari tanaman tebu yang tumbuh di wilayah tropis dengan proses produksi melibatkan pemerasan sari dan pembentukan kristal gula. Sebaliknya, HFCS dihasilkan dari jagung dan mengandung lebih banyak fruktosa daripada gula tebu. Perbedaan proporsi fruktosa ini mempengaruhi cara tubuh memproses kedua jenis pemanis ini.
Meski gula tebu dianggap lebih alami, kedua pemanis ini dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jika dikonsumsi berlebihan. Industri makanan sering menggunakan HFCS karena biaya produksi lebih rendah, sementara gula tebu cocok untuk produk yang ingin menonjolkan citra alami. Pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan agar tidak melebihi 10% dari total energi harian tetap menjadi fokus, baik dari gula tebu maupun HFCS.












