5 Tips Menata Rumah Minimalis dengan Efektif

Pengurangan luas rumah subsidi dalam draf Keputusan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadi perhatian utama. Dalam draf tersebut, luas tanah minimal dikurangi menjadi 25 meter persegi dengan luas bangunan minimal 18 meter persegi. Namun, keputusan final masih menunggu proses konsultasi publik. Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pengurangan luas ini bertujuan untuk mendorong pembangunan rumah subsidi di kawasan perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Hal ini juga dapat memberikan banyak pilihan desain rumah kepada konsumen.

Tidak hanya rumah subsidi, tren bangunan minimalis juga semakin populer belakangan. Dekorasi yang memprioritaskan fungsi difavoritkan untuk menciptakan ruang rumah minimalis yang hidup, meskipun dalam ruang yang kecil. Hal ini terkait dengan pengaruh pandemi yang membuat banyak orang menjalani kegiatan di rumah. Desain interior rumah minimalis lebih menekankan pada furnitur sederhana, garis tegas, dan ruang yang tidak dipenuhi terlalu banyak perabot.

Untuk dekorasi rumah minimalis, warna-warna seperti putih, abu-abu, dan cokelat muda memberikan kesan luas di ruangan. Furnitur multifungsi sangat dianjurkan, seperti pouf yang dapat berfungsi sebagai sandaran kaki, meja kecil, atau tempat duduk tambahan. Senada dengan itu, furnitur bersusun dan bahan dekorasi alami seperti kayu, batu, atau tanah liat juga menjadi pilihan yang baik. Pencahayaan yang tepat pun sangat penting dalam rumah minimalis, baik melalui pencahayaan alami maupun lampu buatan untuk menciptakan suasana dalam ruangan.

Dengan memperhatikan tips-tips ini, Anda dapat membuat rumah minimalis yang nyaman dan estetis sesuai dengan tren terkini.

Source link