Teh hijau dan matcha telah lama dikenal sebagai minuman sehat dengan berbagai manfaat, salah satunya adalah dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Tekanan darah normal idealnya berada di bawah 120/80 mmHg, dan penurunan tekanan darah sebesar 5 mmHg pada penderita hipertensi dapat mengurangi risiko stroke hingga 34 persen dan penyakit jantung sebesar 21 persen.
Teh hijau mengandung senyawa katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang diyakini berperan dalam menurunkan tekanan darah. Katekin bekerja dengan cara melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif, mengurangi peradangan di pembuluh darah, mencegah pembentukan gumpalan darah, memperbaiki fungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah), dan merangsang produksi nitrit oksida untuk melebarkan pembuluh darah.
Berapa lama dan berapa banyak teh hijau harus diminum untuk menurunkan tekanan darah belum ada ketentuan pasti. Beberapa penelitian melaporkan manfaat setelah konsumsi rutin selama tiga bulan, namun takaran konsumsinya bervariasi mulai dari setengah cangkir hingga lebih dari lima cangkir per hari. Selain teh hijau, matcha dan teh hitam juga diketahui memiliki efek menurunkan tekanan darah meski tidak sekuat teh hijau. Tidak hanya itu, teh hibiscus juga dikenal mampu menurunkan tekanan darah secara alami.
Meskipun teh hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti cemas, sulit tidur, jantung berdebar, sakit kepala, atau mual. Oleh karena itu, sebaiknya orang yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki penyakit hati membatasi konsumsi teh hijau. Suplemen ekstrak teh hijau, yang mengandung katekin dalam kadar tinggi, juga berisiko menimbulkan efek samping dan berinteraksi dengan obat-obatan, termasuk obat hipertensi.












