7 Dampak Tren Kopi Kekinian Terhadap Konsumsi Gula
Kopi kekinian memang sedang menikmati popularitas besar di kalangan anak muda. Namun di balik tampilannya yang menarik dan rasanya yang manis, tren ini menyimpan persoalan kesehatan yang tak bisa diabaikan. Dr. Gilbert Golhi dari Klinik Bumame Cabang Cideng, Jakarta Pusat, mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis yang berlebihan kini mulai berdampak pada kelompok usia yang jauh lebih muda, termasuk mereka yang masih berusia 20-an.
Minuman Manis yang Terlihat Sepele, Tapi Berat untuk Tubuh
Menurut Gilbert, kopi kekinian dan minuman seperti boba umumnya mengandung gula dan kalori tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus, beban yang masuk ke tubuh bisa menumpuk tanpa disadari. Kondisi ini menjadi masalah karena banyak anak muda menganggap minuman tersebut hanya bagian dari gaya hidup, bukan sesuatu yang perlu dibatasi.
Ia menyoroti bahwa penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung tidak lagi identik dengan usia tua. Gejala dan risikonya kini mulai muncul lebih dini, sehingga kebiasaan minum manis secara rutin perlu dipikirkan ulang sejak sekarang.
Gaya Hidup Sehat Tak Cukup Hanya dari Mengurangi Gula
Gilbert juga menekankan bahwa pencegahan penyakit tidak menular tidak berhenti pada soal minuman manis. Pola makan cepat saji, porsi makan yang berlebihan, dan minimnya pemeriksaan kesehatan ikut memperbesar risiko. Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk lebih sadar terhadap keseimbangan antara asupan kalori dan energi yang dibakar tubuh.
Ia mengingatkan pentingnya olahraga minimal 150 menit per minggu, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia. Dengan aktivitas fisik yang cukup, tubuh memiliki peluang lebih baik untuk menjaga metabolisme tetap seimbang dan menahan dampak buruk dari konsumsi gula yang tinggi.
Langkah Kecil Sejak Muda Bisa Menentukan Masa Depan
Di sisi lain, Gilbert menilai bahwa membangun kebiasaan sehat sejak usia muda adalah investasi jangka panjang. Menjaga pola makan, rutin bergerak, serta melakukan vaksinasi sesuai anjuran menjadi bagian penting untuk memperkuat daya tahan tubuh. Ia menegaskan, imunitas yang baik sejak dini dapat membantu menekan risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Pesannya sederhana, tetapi relevan: tren boleh berganti, namun tubuh tetap menanggung akibat dari pilihan yang diambil setiap hari. Saat kopi kekinian terus mendominasi, kesadaran untuk membatasi gula justru menjadi langkah yang semakin penting.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












