FOMO atau RASA takut ketinggalan informasi seringkali dirasakan pengguna media sosial saat tidak membuka gawainya, namun hal ini dapat diatasi dengan mengubah pola pikir terhadap informasi. Psikolog Kasandra Putranto menekankan bahwa tidak semua informasi di media sosial itu penting, sehingga kita perlu menyadari bahwa informasi utama akan tetap sampai ke kita meskipun tidak terus terhubung dengan media sosial. Dengan menyadari hal ini, seseorang dapat mengurangi kecemasan dan memilih untuk tidak terus-menerus terhubung dengan media sosial. Menjadi penting untuk mengingatkan diri sendiri bahwa wajar merasa tertinggal dan fokus pada apa yang sedang dijalani. Selain itu, membuat aturan pribadi untuk membatasi akses media sosial juga dapat membantu seseorang terbiasa untuk tidak membuka media sosial setiap saat. Selain itu, mengisi waktu dengan aktivitas dunia nyata seperti olahraga, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga juga dapat membantu menjaga kesehatan jiwa dan mencegah kelelahan akibat terus-menerus membuka media sosial. Menemukan keseimbangan dan mengelola FOMO menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah stres.
Tips Mengatasi FOMO: Cara Mengurangi Rasa Cemas
Read Also
Recommendation for You

Dokter gigi Milad Shadrooh mengungkapkan bahwa kunjungan ke dokter gigi masih menakutkan bagi banyak anak….

Penyakit jantung bawaan pada anak dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka karena tubuh memerlukan lebih banyak energi…

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyoroti fenomena promosi film…

Menarik atau tidaknya seseorang tidak lagi hanya dinilai dari fitur wajahnya, menurut sebuah studi terbaru…








