Tips Mengatasi FOMO: Cara Mengurangi Rasa Cemas

Tips Mengatasi FOMO: Cara Mengurangi Rasa Cemas

Rasa takut tertinggal informasi atau fear of missing out (FOMO) semakin akrab di tengah kebiasaan orang yang tak lepas dari media sosial. Saat gawai tidak dibuka beberapa saat saja, sebagian orang langsung merasa cemas seolah ada kabar penting yang terlewat. Padahal, menurut psikolog Kasandra Putranto, tidak semua informasi di media sosial benar-benar penting untuk diikuti setiap waktu.

Ubah cara pandang terhadap informasi

Kasandra menekankan bahwa informasi utama pada akhirnya tetap akan sampai, meski seseorang tidak terus-menerus terhubung dengan media sosial. Dari cara pandang inilah, kecemasan bisa perlahan dikurangi. Alih-alih merasa harus selalu hadir di linimasa, seseorang perlu menyadari bahwa tidak semua hal yang muncul di layar wajib segera diketahui.

Kesadaran sederhana ini membantu menurunkan tekanan untuk selalu memantau ponsel. Dengan begitu, seseorang dapat lebih tenang dan tidak terjebak dalam kebiasaan mengecek media sosial tanpa henti. Mengingatkan diri sendiri bahwa wajar bila ada informasi yang tertinggal juga menjadi langkah penting agar pikiran tidak terus dipenuhi rasa khawatir.

Buat batas yang jelas dalam penggunaan media sosial

Salah satu cara yang disarankan untuk meredam FOMO adalah menetapkan aturan pribadi. Misalnya, membatasi waktu membuka media sosial atau menentukan momen tertentu untuk memeriksa kabar terbaru. Kebiasaan ini membantu tubuh dan pikiran beradaptasi agar tidak selalu bergantung pada notifikasi dan pembaruan yang datang setiap saat.

Langkah tersebut memang terlihat sederhana, tetapi cukup efektif untuk membentuk jarak yang sehat dengan dunia digital. Ketika akses media sosial tidak lagi menjadi refleks, seseorang memiliki ruang lebih besar untuk mengatur perhatian dan energinya ke hal-hal yang lebih bermanfaat.

Isi waktu dengan aktivitas nyata

Selain membatasi penggunaan gawai, mengisi waktu dengan aktivitas di dunia nyata juga penting. Olahraga, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga dapat membantu menjaga kesehatan jiwa. Aktivitas seperti ini memberi jeda dari paparan media sosial yang terus-menerus dan mencegah kelelahan mental akibat terlalu sering menatap layar.

Pada akhirnya, mengelola FOMO bukan soal memutus hubungan dengan media sosial sepenuhnya, melainkan menemukan keseimbangan. Saat seseorang mampu menempatkan informasi pada porsinya dan fokus pada kehidupan yang sedang dijalani, rasa cemas pun lebih mudah ditekan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.