Tim SAR bekerja hingga malam mencari korban yang belum ditemukan setelah Longboat tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 03:30 Wita. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tarakan, Syahril, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima dari keluarga korban, Ibu Resi, pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 15:20 Wita. Pelapor menyampaikan bahwa perahu dengan 3 penumpang terkena badai di sekitar lokasi kejadian. Salah satu korban yang selamat, Mahmud, melaporkan kejadian ke Polairud Polda Kaltara dan Kantor SAR Tarakan. Pencarian korban, Sudirman dan Olleng, yang beralamat di Jembatan Besi dan Sebengkok, dilakukan dengan metode visual namun hasil nihil pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 21:35 Wita. Operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya pukul 06:00 Wita. Tim SAR Gabungan melibatkan Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kaltara, serta keluarga dan masyarakat dalam operasi pencarian.
Longboat Tenggelam: Kisah Tragis di Perairan Tanah Merah
Recommendation for You

Nicke Widyawati, mantan Direktur Utama PT Pertamina, memberikan keterangan dalam sidang terkait perkara dugaan Tindak…

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara, serta…

Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan 8 tersangka dalam dugaan Tindak…

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melakukan penggeledahan di Kantor KSOP Palembang terkait…

Dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana…







